RIWAYAT SINGKAT PERINTAH MENETAPI JAMA’ATUL MUSLIMIN

Dalam suatu pengajian tanggal 1 Januari 1957 di kampung Cikaro Kecamatan Majalaya Kab Bandung , Bapak Yusuf Rahmat menguraikan masalah Jama’atul muslimin atau aljama’ah. Di dalam uraiannya itu beliau meriwayatkan bahwa sembilan tahun yang lalu, tepatnya tgl 17 Agustus 1946 ketika masih belajar d pesantren Sukaraja Garut, Jawa Barat, Bapak Kyai A. Burhanuddin dan Bapak Kyai Haji Makbulloh bin Muhammad Thohir (keduanya almarhum) mengajarkan kitab Tadkiroh Kurtubi Bab Fitan yang menerangkan Jama’atul Muslimin.

 

Setelah beliau memeriksa pelajaran tersebut, hatinya mulai terbuka dan menyadari bahwa sesungguhnya Alloh dan RosulNya telah mengatur suatu jalan Fisabilillah yang harus digunakan oleh Muslimin didalam  berjuang menegakkan Islam.

 

Selanjutnya beliau mengatakan bahwa setelah meninggalkan pesantren, selama 2 tahun beliau mengamati keadaan perjuangan kaum muslimin, ternyata mereka tidak berjuang dengan Nizom Jama’atul Muslimin, mereka pada umumnya berjuang menegakkan Islam dengan sistim golongan, organisasi dan partai yang satu sama lain saling berbeda nama dan tujuan.  Nizom Jama’atul Muslimin/ Jama’atal Muslimin telah ditinggalkan oleh kaum muslimin sejak setelah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan Kholifah yang 4 wafat.

 

Sejak saat itu perjuangan kaum muslimin sudah menyimpang dari Al Qur’an serta Sunnah Rosul. Kenyataan inilah yang mendorong dan menggugah hati untuk mengamalkan nizhom Jama’atul Muslimin dalam berjuang mengajak umat manusia masuk dan mengamalkan ajaran Islam. Beliau mengatakan bahwa dengan diamalkannya nizhom Jama’atal Muslimin kemungkinan akan banyak menemui rintangan baik dari luar maupun dari kalangan kaum muslimin sendiri yang sudah biasa dengan cara perjuangan yang mengutamakan hasil Ro’yu dan Ahwanya masing-masing.

 

Selanjutnya beliau menguraikan secara  panjang lebar mengenai nizhom Jama’atal Muslimin/ Jama’atul Muslimin lengkap dengan dalil-dalilnya dari Al Qur’an dan As Sunnah. Beliau juga menguraikan tentang tarikh perjuangan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para shohabatnya didalam menda’wahkan Islam kepada umat manusia. Beliau menguraikan tentang keadaan kaum muslimin setelah ditinggalkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang keadaanya menjadi pecah bergolong-golongan dan berselisih satu sama lain sehingga menimbulkan fitnah besar.  Pada akhirnya eliau menjelaskan bahwa akibat fitnah besar tersebut lalu timbul fitnah yang lebih besar lagi yaitu perselisihan faham….. (bersambung)

Close