Kajian Al Jamaah

Dinul Islam

Dinul Islam – Selamat datang di website Jama’atul Muslimin. Di situs ini kami memberikan berbagai informasi tentang kehidupan beragama sesuai syariat yang berlandaskan keterangan Qur’an dan Hadist. Adapun informasi yang kami sajikan merupakan kumpulan dari berbagai sumber yang dapat dipertanggung jawabkan dan kami cantumkan sumbernya. Untuk memahami isi dari artikel ini, Anda bisa mencari di kategori Kajian Al Jamaah.

Judul: Dinul Islam
Link: Dinul Islam

Silakan Baca Juga

Dinul Islam

1. Islam Adalah Nama Agama Alloh Subhanahu Wa Ta’ala

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

“Sesungguhnya agama (yang diridhoi) di sisi Alloh hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) diantara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Alloh maka sesungguhnya Alloh sangat cepat hisab-Nya” (QS Al Imron ayat 19)

Keterangan :

Ayat diatas menunjukkan bahwa Islam adalah nama agama Alloh. Maka setelah kita mendapat penjelasan, kita dapat membedakan sebutan agama dan orang-orang yang menganutnya. Agama kita disebut ISLAM dan orang yang menganutnya disebut MUSLIM atau MUSLIMIN.

2. Tauhid Tasyri’

– Alloh Telah Menjadikan Syari’at Untuk Tiap-Tiap Umat-Nya

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab yang lain itu. Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Alloh turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Alloh menghendaki niscaya kamu dijadikannya satu umat (saja), tetapi Alloh hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Alloh-lah kembali semuanya. Lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.” (QS. Al Maidah ayat 48)

Keterangan:

Ayat diatas menunjukkan bahwa Alloh telah memberi syari’at atau aturan kepada umat Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam untuk segala urusan yang harus dijalankan. Kemudian dengan syari’at itu Alloh hendak menguji kita, apakah kita patuh melaksanakannya atau tidak.

– Syari’at Alloh Bersih Dari Syirik

أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ ۚ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ

“Ingatlah bahwa kepunyaan Alloh-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Alloh (berkata): Kami tidak beribadah kepada mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Alloh dengan sedekat-dekatnya.” (QS. Az Zumar ayat 3)

Keterangan:

Ayat diatas menunjukkan bahwa agama Alloh harus bersih dari aturan-aturan makhluk yang dicampuradukkan dalam agama Alloh.

وَلَا يُشْرِكُ فِي حُكْمِهِ أَحَدًا

“Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan hukum.” (QS.Al Kahfi ayat 26)

إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ يَقُصُّ الْحَقَّ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الْفَاصِلِينَ

“Menetapkan hukum itu hanyalah hak Alloh. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia pemberi keputusan yang paling baik.” (QS.Al An’am ayat 57)

Keterangan:

Dua ayat diatas menunjukkan bahwa dalam menetapkan berbagai keputusan, Alloh tidak membutuhkan bantuan makhluk dan siapapun tidak boleh turut campur mengatur syari’at agama Alloh. Apa yang diterangkan Alloh sudah pasti benar dan apa yang diputuskan Alloh pasti yang paling baik.

– Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam Tidak Turut Campur Mengatur Syari’at Islam

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ   إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ

“Tiadalah Muhammad berkata menurut hawa nafsunya, melainkan menurut wahyu yang disampaikan kepadanya.” (QS.An Najm ayat 3-4)

“Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda,: “Ingatlah! Aku diberi kitab (Al Qur’an) dan bersama dengan kitab itu aku diberi pula yang seumpamanya.” (HR.Abu Daud)

Keterangan:

Ayat dan hadist diatas menunjukkan bahwa apa yang disampaikan Rosululloh semuanya dari wahyu yang diterimanya. Wahyu itu ada dua rupa, yaitu Al Qur’an dan Al Hadist.

Pada waktu beliau masih hidup, setiap turun wahyu yang berupa Al Qur’an selalu dituliskan. Sedang Al Hadist tidak boleh ditulis. Itulah sebabnya Al Qur’an dapat dengan mudah dikumpulkan oleh para shohabat sewaktu beliau telah tiada. Sedang Al Hadist sangat sukar mengumpulkannya sebab bertebaran berupa riwayat-riwayat atau kabar-kabar.

Riwayat dan kabar itu tidak semuanya dijamin kebenarannya. Bahkan ternyata banyak yang memalsukan, banyak yang ragu dan banyak yang lemah, yang tidak bisa dipertanggungjawabkan tentang kebenarannya.

– Selain Al Haq Semuanya Bathil

فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلَّا الضَّلَالُ ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ

“Maka tidak ada sesudah Al Haq itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS.Yunus ayat 32)

قُلْ أَتُعَلِّمُونَ اللَّهَ بِدِينِكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Katakanlah: Apakah kamu yang akan mengajari Alloh tentang agamamu/aturanmu? Dan Alloh mengetahui apa-apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Alloh itu yang Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Hujurot ayat 16)

Yang perlu dipertanyakan adalah:

1. Bagaimanakah pengamalan peribadatan sekarang yang sudah ramai dijalankan, diamalkan? Padahal Alloh tidak memerintahkan demikian, seperti mempersatukan umat muslimin bukan dalam “Al Jama’ah”.

2. Bagaimanakah keadaan orang yang telah berani menghalalkan atau membolehkan umat muslimin berfirqoh-firqoh (bergolong-golongan) dalam beragama. Padahal Alloh dan Rosul-Nya melarang demikian.

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas diserahkan kepada para pembaca sendiri, setelah memahami keterangan-keterangan baik dari ayat-ayat Al Qur’an maupun dari Sunnah Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam yang ada dalam risalah ini.

10 Dzulhijjah 1407 H / 5 Agustus 1987 M

Bapak Yusuf Rahmat Al Mafakkir

Demikianlah Informasi Atau Penjelasan Tentang Dinul Islam

Semoga apa yang kami sampaikan bisa bermanfaat dan diamalkan untuk menuju keridhoan Alloh Ta’ala. Dan semoga Alloh memberikan kepahaman kepada kita semua dalam beragama.

Anda telah membaca Dinul Islam dengan link //jamaatulmuslimin.org/dinul-islam/ ‎

Tags
Show More

Related Articles

Close