Fiqih

Hadist Tentang Tayamum Yang Tidak Bisa Dijadikan Hujjah

Hadist Tentang Tayamum Yang Tidak Bisa Dijadikan Hujjah – Situs Jama’atul Muslimin pada kesempatan ini akan membahas mengenai hadist-hadist tentang tayamum yang tidak bisa dijadikan hujjah atau dalil. Untuk pencarian yang serupa bisa mengunjungi kategori Fiqih.

Hadist Tentang Tayamum Yang Tidak Bisa Dijadikan Hujjah

وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ (ص) التَّيَمُّمُ ضَرْبَتَانِ ضَرْبَةٌ لِلْوَجْهِ وَضَرْبَةٌ لِلْيَدَيْنِ اِلَى الْمَرْفَقَيْنِ , رواه الدارقطنى (سبل السلام)

1. Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata: “Telah bersabda Rosululloh “Tayamum itu dua kali tepukan, sekali tepukan buat muka, dan sekali lagi buat tangan sampai dua sikunya”. Hadist riwayat Al baihaqi. (Subulus Salam juz I halaman 96)

Penjelasan:

Menurut pendapat ahli-ahli hadist yang masyhur, hadist yang diatas itu dhoif (lemah). Dalam kitab Nailul Author juz I halaman 332 dinyatakan bahwa hadist yang diatas selain mauquf, adalah tidak sah karena dalam sanad hadistnya ada rowi yang bernama Ali bin Zhab Yan. Rowi ini dilemahkan oleh beberapa Ulama.

Menurut Ibnul Abdil Barri: Hadist yang menerangkan dua kali tepukan semuanya hadist mudlthorib (goncang). Berkata al Hafidz: hadist yang diatas dhoif. Ibnu Al Qoth Thon dan Ibnu Main telah mendhoifkan kepada hadist itu.

Berkata pensyarah Al Muntaqo: Dalam sanad hadistnya ada yang bernama Sulaeman bin Arqom. Rowi ini adalah rowi yang matruk. Boleh anda lihat keterangan ini dalam kitab Assunanu Wal Mubtada’at halaman 33.

حَدِيْثُ ابْنُ ظُبْيَانَ: التَّيَمُّمُ ضَرْبَتَانِ, قَالَ اَبُوْ زَرْعَةَ: حَدِيْثُ بَاطِلٌ (سنن والمبتدعات)

2. Hadist Ibnu Zubyan: “Adapun tayamum itu dua kali tepukan.” Berkata Au Zur’ah, hadist ini bathil (tidak benar). (Assunanu Wal Mubtada’at halaman 33)

عَنْ عَلِيٍّ بْنِ اَبِيْ طَالِبٍ قَالَ: اِنْكَسَرَتْ اِحْدَى زَنْذَيَّ فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ (ص)  فَأَمَرَنِيْ اَنْ اَمْسَحَ عَلَى الْحَبَائِرِ (سنن ابن ماجه)

3. Dari Ali bin Abi Thalib ia berkata: Satu dari pada dua pergelangan saya patah, lalu saya bertanya kepada Nabi maka beliau memerintahkan saya harus mengusap atas bebatan. (Sunan Ibnu Majah juz I halaman 215)

Penjelasan:

فِى الزَّوَائِدَ : اِسْنَادِهِ عُمَرَبْنُ خَالِدٍ. كَذَّبَهُ الْاِمَامُ اَحْمَدُ وَابْنُ مَعِيْنٍ وَقَالَ الْبُخَارِى: مُنْكَرُ الْحَدِيْثِ (سنن ابن ماجه)

Dalam kitab Az Zawaid: Dalam sanad-sanadnya ada rowi yang bernama Umar bin Kholid. Menurut Imam Ahmad dan Ibnu Main dia rowi yang kazdab (bohong) Dan menurut Imam Bukhori: Ditolak hadistnya. (Sunan Ibnu Majah juz I halaman 215)

وَقَالَ النَّوَوِيُ: اِتَّفَقَ الْحُفَاظُ عَلَى ضَعْفِ هَذَالْحَدِيْثِ (سبل السلام)

Telah berkata Imam Nawawi: Telah mufakat para hufadz atas mendhoifkannya hadist ini. (Subulus Salam juz I halaman 99)

Demikian penjelasan tentang dalil atau hadist tentang tayamum yang tidak bisa dijadikan sebagai hujjah dikarenakan dhoif ataupun lainnya. Wallohu ‘Alam

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button