Fiqih

Membaca Basmallah di Waktu Akan Wudhu

Membaca Basmallah di Waktu Akan Wudhu – Kali ini Jama’atul Muslimin akan membahas tentang tata cara wudhu yang diajarkan oleh Nabi dan tertera dalam berbagai hadistnya yang shohih.

Untuk pencarian dengan tema yang serupa, Anda bisa melihat dalam kategori Fiqih.

Baca Juga

Membaca Basmallah di Waktu Akan Wudhu

وَعَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ (ص) لاَ وُضُوْءَ لِمَنْ يَذْكُرِاسْمَ اللهِ عَلَيْهِ أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ وَاَبُوْ دَاوُدَ بِأِسْنَادٍ ضَعِيْفٍ ( سبل السّلام )

  1. Dari Abu Hurairoh, ia berkata: Telah bersabda Rosululloh ﷺ: “Tidak sah wudlu bagi orang yang tidak menyebut nama Alloh pada (permulaannya)” Telah mengeluarkan kepada hadist ini Imam Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah dengan sanad yang dhoif (lemah). (Subulus Salam Juz I halaman 53)

هّذَا قَطِعَةٌ مِنَ الْحَدِيْثِ الَّذِيْ أّخْرَجَهُ الْمَذْكُوْرُوْنَ فَاِنَّهُمْ اَخْرَجُوْهُ بِلَفْظٍ لاَصَلاَةَ لِمَنْ لاَ وُضُوْءَ لَهُ وَلاَ وُضُوْءَ لِمَنْ يَذْكُرِ اسْمَ اللهِ عَلَيْهِ, وَالْحَدِيْثُ مَرْوِيٌّ مِنْ طَرِيْقٍ يَعْقُوْبَ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ وَهُوَ يَعْقُوْبَ بْنُ سَلَمَةَ اللَّيْثِى. قَالَ الْبُخَارِيْ: لاَ يُعْرَفُ لَهُ سِمَاعُ مِنْ اَبِيْهِ وَلاَ لِاَبِيْهِ مِنْ اَبِى هُرَيْرَةَ, وَلَهُ طَرِقٌ اُخْرَى عِنْدَ الدَّارَقُطْنِى وَالْبَيْهَقِى وَلكِنَّهَا كُلُّهَا ضَعِيْفَةٌ اَيْضًا (سبل السّلام)

Penjelasan hadist di atas:

Hadist ini yang diceritakan diatas itu terputus, seharusnya mereka mengeluarkan hadist dengan lafadz: “Tidak sah sholat bagi orang yang tidak berwudlu, dan tidak sah wudlu bagi orang yang tidak menyebut nama Alloh (Basmalah)”. Hadist ini telah dikeluarkan dari jalan Ya’qub bin Salamah dari bapaknya dari Abu Hurairoh dan dia (Ya’qub bin Salamah Al Laisti) berkata Imam Bukhori : Tidak diketahui baginya mendengar dari bapaknya, dan bapaknya tidak diketahui mendengar dari Abu Hurairoh. Dan hadist ini telah diriwayatkan dari jalan yang lain, seperti Imam Daruquthni, Imam al Baihaqi, akan tetapi semuanya hadist dhoif (lemah) juga (Subulus Salam Juz I halaman 53)

وَعِنْدَ الطَّبَرَانِيُ مِنْ حَدِيْثِ اَبِى هُرَيْرَةَ بِلَفْظٍ الْاَمْرِ, اِذَا تَوَضَّأْتَ فَقُلْ بِسْمِ اللهِ وَالْحِمْدُ للهِ فَاِنَّ حَفَظَتُكَ لاَ تَزَالُ تَكْتُبُ لَكَ الْحَسَنَاتِ حَتَّى يُحْدِثُ مِنْ ذَالِكَ الْوُضُوْءِ, وَلكِنَّ سَنَدُهُ وَاهٌ (سبل السلام)

  1. Dan meriwayatkan Thobaroni dari hadist abu Hurairoh dengan lafadz perintah, “Apabila engkau telah berwudlu maka hendaklah engkau mengucapkan BISMILLAH WAL HAMDU LILLAHI, karena para penjagamu (Malaikat) tidak akan berhenti mencatatkan kebaikan untukmu sampai batal wudlumu itu.” Akan tetapi sanad-sanad hadistnya lemah. (Subulus Salam Juz I halaman 53)

Penjelasan Hadist Ini:

Al Syaihu Muhammad Abdus Salam Khodori memberikan pendapat dalam kitabnya Assunnanu Wal Mubtada’at : Hadist yang diatas hadist munkar (di tolak) Lihat Assunanu Wal Mubtada’at halaman 29.

Sedangkan A. Yazid Qosim Koho (alm) dalam bukunya yang berjudul : Himpunan hadist-hadist lemah dan palsu” memberikan komentarnya sebagai berikut:

– Hadist ini (yang diatas) diriwayatkan oleh Imam At Thobaroni dalam kitab Al Mu’jamush Shogir dari jalan ‘Amar bin Abi Salamah. Demikianlah yang dikatakan oleh Imam As Suyuthi dalam kitab Al Maudlu’at pada bagian Dzail halaman 96.

Dalam sanad hadist ini ada rowi yang bernama: Ibrohim bin Muhammad bin Tsabit Al Anshori. Dia adalah seorang rowi yang suka meriwayatkan hadist-hadist munkar.

Periksa kitab Al Mashnu’u Fi Ma’rifatil Maudlu halaman 172 nomor 2 (Himpunan hadist-hadist lemah dan palsu halaman 20).

مَنْ سَمَّى فِى وُضُوْئِهِ لِمْ يَزَلْ مَلَكَانِ يَكْتُبَانِ لَهُ الْحَسَنَاتِ حَتَّى يُحْدِثُ مِنْ ذَالِكَ الْوُضُوْءِ

  1. Barang siapa yang membaca tasmiyyah (BASMALLAH) pada waktu dia berwudlu maka dua malaikat tetap mencatatkan kebaikan baginya, sampai wudlunya itu bathal.

Penjelasan hadist ini:

– Maudlu (palsu)

– Dalam sanadnya ada rowi bernama ‘Ulwan Al Kalbi. Rowi ini terkenal suka memalsukan hadist.

– Imam As Suyuthi dalam kitab Al Maudlu’at menyatakan ‘Ulwan Al Kalbi ini adalah seorang rowi yang terkenal suka memalsukan hadist. Lihat Himpunan hadist-hadist lemah dan palsu halaman 17.

Menurut hemat penulis, hadist-hadist yang menerangkan atau yang menyatakan bahwa mengucapkan BASMALLAH dikala akan wudlu itu hadist-haditsnya tidak ada sanad yang lurus (shohih). Bahkan Imam Ahmad memberi komentar tentang hal ini, tidak ada hadist yang kuat.

Dan menurut As Syaihu  Syamsul Haq dalam kitab Ghoyatil Maqsud (I:106): “Ya’ni tidak mengucapkan BASMALLAH dan AL HAMDU dikala akan wudlu. Keterangan ini boleh anda lihat dalam kitab Al Muntaqo Juz I halaman 83.

Akan tetapi penulis berpendapat bahwa wudlu itu adalah pekerjaan yang baik. Setiap pekerjaan (perbuatan) yang baik hendaknya dimulai dengan BASMALLAH. Dasar hukum penulis adalah hadist umum yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud. Rosululloh ﷺ bersabda: “Tiap-tiap pekerjaan (perbuatan) yang baik tidak dimulai dengan BASMALLAH, maka pekerjaan itu kurang berkah.”

Bagi orang yang tidak membaca BASMALLAH dikala akan wudlu, itu sah-sah saja wudlunya.

Demikian penjelasan tentang Membaca Basmallah di Waktu Akan Wudhu. Semoga bermanfaat

Tags
Show More

Related Articles

Close