Jamaatul Muslimin

Tata Cara Pengurusan Jenazah Sesuai Sunnah Dan Doa Shalat Jenazah | Jama’atul Muslimin

Tata Cara Pengurusan Jenazah Sesuai Sunnah Dan Doa Shalat Jenazah | Jama’atul Muslimin – Selamat datang di website Jama’atul Muslimin. Di situs ini kami memberikan berbagai informasi tentang kehidupan beragama sesuai syariat yang berlandaskan keterangan Qur’an dan Hadist. Adapun informasi yang kami sajikan merupakan kumpulan dari berbagai sumber yang dapat dipertanggung jawabkan dan kami cantumkan sumbernya. Untuk memahami isi dari artikel ini, Anda bisa mencari di kategori Fiqih. Silakan pelajari dan pahami!

Judul: Tata Cara Pengurusan Jenazah Sesuai Sunnah Dan Doa Shalat Jenazah | Jama’atul Muslimin
Link: Tata Cara Pengurusan Jenazah Sesuai Sunnah Dan Doa Shalat Jenazah | Jama’atul Muslimin

Silakan Baca Juga

Tata Cara Pengurusan Jenazah Sesuai Sunnah Dan Doa Shalat Jenazah | Jama’atul Muslimin

Tata Cara Pengurusan Jenazah Sesuai Sunnah Dan Doa Shalat Jenazah
Tata Cara Pengurusan Jenazah Sesuai Sunnah Dan Doa Shalat Jenazah | Jamaatul Muslimin

Cara Memandikan Jenazah Atau Mayit

“Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Ismail bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Khalid dari Hafshah binti Sirin dari Ummu Athiyah Radhiyallahu ‘Anha berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika pemandian putri beliau yang meninggal dunia: “Mulailah dengan anggota badan yang kanan dan anggota wudhu dari badan.” (Shahih Al Bukhori No Hadist 1177)

Cara memandikan mayat adalah sebagai berikut:

  1. Sediakan dipan atau yang sejenisnya terlebih dahulu atau bisa juga batang pohon pisang yang sudah dibersihkan.
  2. Letakkan mayat atau jenazah di atasnya.
  3. Sediakan gayung dan ember yang telah diisi dengan air, satu ember air sabun dan satu ember kecil air yang sudah dicampur dengan tumbukan kapur barus.
  4. Buka baju jenazah dan jaga auratnya agar tetap tertutup.
  5. Siramlah badannya mulai dari yang sebelah kanan baik depan maupun belakang. Kemudian siram bagian kiri badan jenazah baik yang depan maupun belakang.
  6. Siramlah semua anggota wudhunya dengan tertib layaknya berwudhu.
  7. Mandikanlah sampai bersih.
  8. Jangan memijat perutnya untuk dikeluarkan kotorannya.
  9. Mandikanlah layaknya seperti memandikan orang yang masih hidup.
  10. Keringkan dengan handuk dan olesi dengan kapur barus yang sudah dicampur sedikit air.
  11. Lalu kafani

Cara Membungkus atau Mengkafani Jenazah

  1. Yang pertama adalah dengan membeli kain putih/ kain kafan sebanyak 12 meter kemudian potong menjadi 6 meter/pcs (dibagi menjadi 2 bagian)
  2. Potong kembali yang 6 meter tadi menjadi 3 bagian (@2 meter/ sepanjang tinggi jenazah) sehingga semuanya menjadi 6 lembar. Jika memungkinkan jahit kain kafan menjadi 3 lembar yang lebarnya sama. (2 lembar dijahit agar lebar)
  3. Sisakan dari kain kafan tadi untuk tali jenazah sebanyak 4 tali. (Lebihkan panjangnya sedikit untuk yang bagian sikut)
  4. Hamparkan selembar tikar
  5. Rentangkan 4 tali tadi diatasnya (satu untuk kepala, satu untuk berbetulan dengan sikut, satu di lutut dan satu di ujung kaki)
  6. Hamparkan kain kafan sebanyak 3 lapis tadi (yang sudah dijahit) atau 6 lembar(apabila tidak dijahit)
  7. Tidak perlu menambahkan dengan cawat, baju, kudung atau lainnya karena 3 lapis saja sudah mencukupi.
  8. Hamparkan kapas diatas kain kafan tadi.
  9. Tidak mengapa diberi kapas untuk setiap anggota badan yang beradu dengan tujuan agar tidak lecet. (tujuan penggunaan kapas untuk meenahan kapur barus agar tidak merembes keluar, meski tidak ada bab agama yang menjelaskannya)
  10. Kafani mayat secara rapi dan tarik ujung masing-masing kain kafan agar tidak mengendur.
  11. Ikat tali di sebelah kiri agar tidak susah membukanya kembali saat di dalam lubang kuburan nantinya.
  12. Tidak ada salahnya untuk diberi minyak wangi setelah dikafani
  13. Hadapkan jenazah ke arah kiblat dengan cara diganjal oleh bantal kecil
  14. Tutupi jenazah dengan kain yang ada seperti kain batik atau kain sarung panjang.
  15. Untuk jenazah perempuan tidak ada halangan menggunakan 5 lapis kain sebagaimana Nabi mengkafani putrinya
  16. Jenazah siap untuk disholati

Doa Shalat Jenazah

Telah mengabarkan kepada Muthorrif bin Majan dari Ma’mardari Azzuhri telah mengabarkan kepada kami Abu Umamah bin Sahl sesungguhnya dia mengabarkan kepadanya seorang lelaki dari shohabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: Sesungguhnya dari sunnah dalam shalat jenazah imam bertakbir kemudian membaca alfatihah pada takbir pertama dengan sir dalam dirinya. Kemudian bersholawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Dan mengikhlskan doa untuk jenazah dalam takbir takbir. Dan tidak membaca apa apa lagi selain yang tadi. Kemudian membaca atau mengucapkan salam perlahan-lahan dalam dirinya.” (Hadist Imam Syafii dalam musnadnya).

Kesimpulan:

  • Takbir pertama membaca Alfatihah
  • Takbir kedua membaca shalawat

Di antara bentuk shalawat yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَا لَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

(Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kamaa shallaita ‘ala aali Ibrahim, Wabarik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kama barakta ‘ala ali Ibrahim, Fil alamina innaKa Hamiidum Majid).

Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana rahmat yang telah Engkau berikan kepada keluarga Ibrahim. Berikanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau berikan keberkahan kepada keluarga Ibrahim. Di alam semesta sungguh Engkau maha Terpuji dan Maha Mulia (Muslim 2/16)

  • Takbir ketiga membaca doa berikut ini

Di antara bentuk doa-doa tersebut adalah:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار

Ya Allah ampunilah dosanya, kasihanilah dia, lindungilah ia dan maafkanlah ia, muliakan tempat kembalinya, lapangkanlah kuburnya dan cucilah ia dengan air salju dan air yang sejuk. Bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau telah membersihkan pakaian putih dari kotoran. Dan gantilah rumahnya (di dunia) dengan rumah yang lebih baik (di akhirat) serta gantilah keluarganya (di dunia) dengan keluarga yang lebih baik, dan pasangan (di dunia) dengan pasangan yang lebih baik. Masukkanlah ia ke surgamu dan lindungi ia dari siksa kubur atau siksa api neraka.” (Muslim 3/59)

  • Takbir keempat membaca doa berikut ini

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرِنَا وَكَبِيْرِنَا وَذَكَرِنَا وَاُنْثَأنَا أَللّهُمَّ مَنْ اَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْاِيْمَانِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْاِسْلاَمِ اَللّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلاَ تُضِلَّنَا بَعْدَهُ

Ya Allah berilah ampunan bagi kami yang masih hidup, yang sudah meninggal, yang masih kecil, yang sudah tua, laki-laki, perempuan, yang hadir dan yang tidak hadir. Ya Allah tuhan yang menghidupkan seorang dari kami, hidupkanlah ia dengan keimanan dan orang yang Engkau wafatkan diantara kami, lalu Engkau wafatkan dalam Islam. Ya Allah janganlah Engkau haramkan pahala si mayat dan jangan jadikan kami sesat setelah kepergiannya.” (Shahih) Al Ahkam 124

13 Januari 2019

Amir Jama’atul Muslimin Wilayah Indonesia

Muhammad Ma’ruf Al Islamie

Demikianlah Informasi Atau Penjelasan Tentang Tata Cara Pengurusan Jenazah Sesuai Sunnah Dan Doa Shalat Jenazah | Jama’atul Muslimin

Semoga apa yang kami sampaikan bisa bermanfaat dan diamalkan untuk menuju keridhoan Alloh Ta’ala. Dan semoga Alloh memberikan kepahaman kepada kita semua dalam beragama.

Anda telah membaca Tata Cara Pengurusan Jenazah Sesuai Sunnah Dan Doa Shalat Jenazah | Jama’atul Muslimin dengan link //jamaatulmuslimin.org/tata-cara-pengurusan-jenazah-sesuai-sunnah-dan-doa-shalat-jenazah-jamaatul-muslimin/