Kajian Al Jamaah

Jama’atul Muslimin Adalah Nama Jama’ah Rosulullah Dan Para Sahabat

Jama’atul Muslimin Adalah Nama Jama’ah Rosulullah Dan Para Sahabat – Situs Jama’atul Muslimin pada kesempatan ini akan membahas bahwa Jama’atul Muslimin Adalah Nama Jama’ah Rosululloh Dan Para Sahabat. Untuk pencarian yang serupa bisa mengunjungi kategori Kajian Al Jama’ah.

Silakan Baca Juga

Banyak Kaum Muslimin tidak tahu Nama Jama’ah Rasulullah

Berulang kali saya tanya kepada para ikhwan ikhwan muslimin bahkan para ulama dan mubalighnya, mereka kebanyakan menjawab tidak tahu nama jama’ah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Padahal telah jelas Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mempunyai pengikut atau jama’ah.

Pernah saya bertanya kepada seorang ulama/mubaligh yang sudah terkenal sekalipun. “Apakah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika di kota Mekkah sudah mempunyai pengikut atau jama’ah ? Apa nama jama’ah beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam itu? Dia tidak menjawab.

Banyaknya kaum muslimin tidak tahu nama jama’ah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam antara lain:

1. Nama jama’ah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam  tertutup oleh nama-nama organisasi mereka.

Mereka membikin nama organisasi menurut kemauan hawa nafsu mereka, tanpa melihat dan mencari nama jama’ah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Padahal Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman,janganlah kalian mendahului dihadapan Allah dan RasulNya dan takwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Alloh maha mendengar dan maha mengetahui. (QS. Al hujurat ayat 1)

2. Mereka menganggap nama tidak penting yang penting amalannya.

Karena nama dianggap tidak penting, maka mereka tidak ambil pusing soal nama jama’ah. Akibat nama jama’ah nabinya sendiri tidak tahu. Mereka tidak mau memahami bahwa amalan itu ada 3 macam yaitu yang dilakukan oleh hati, lisan dan perbuatan.

Nama termasuk amalan lisan sebagaimana firman Allah Ta’ala

Dan siapakah yang lebih baik ucapannya daripada orang yang menyeru kepada Alloh dan dia beramal soleh dan (ia) berkata sesungguhnya aku adalah dari golongan muslimin. (Ha Mim Sajdah 33)

3. Mereka menganggap jama’ah adalah urusan dunia, sehingga nama bebas memilih.

Kalau memang yang diurus adalah dunia boleh-boleh saja. Akan tetapi apabila yang diurus itu adalah agama seperti sholat, zakat, puasa,haji, jihad dan lain-lain, maka harus mengikuti al Quran dan Sunnah Rosul.

Sebagaimana sabda beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

اِذَا كَانَ شَيْئٌ مِنْ اَمْرِ دُنْيَاكُمْ فَأَنْتُمْ اَعْلَمُ وَاِذَاكَانَ شَيْئٌ مِنْ اَمْرِدِيْنِكُمْ فَأِلَيَّ (رواه ابوداود)

Apabila sesuatu itu dari urusan duniamu, maka kamu lebih tahu, dan apabila sesuatu itu dari urusan agamamu maka (kembali)kepadaku. (HR. Abu Daud)

Jama’ah Adalah Urusan Agama Bukan Urusan Dunia

Arti al-jama’ah(الْجَمَاعَةُ)

Menurut bahasa berarti az-zumroh (الْزُمْرَةُ): kumpulan, sekelompok, sekawanan (lihat kamus al munawwir).

Menurut istilah berarti berkumpulnya ahli kebenaran atau orang-orang yang beriman dengan kepemimpinan mereka.sebagaimana kata-kata sahabat Ali Bin ِAbi Thalib ra.

وَالْجَمَاعَةُوَاللهِ مُجَامَعَةُ اَهْلِ الْحَقِّ وَاِنْ قَلُّوْ (كِتَابُ الْبَاعِثِ)

“Dan aljama’ah adalah demi alloh berkumpulnya ahli kebenaran walaupun mereka sedikit” (kitab Al baits oleh Abu Samah)

Dan kata-kata sahabat Umar bin Khattab ra.

لاَ اِسْلاَمَ اِلاَّ بِجَمَاعَةٍ وَلاَجَمَاعَةَ اِلاَّ بِأِمَارَةٍ وَلاَ اِمَأرَةَ اِلآَّ بِطَاعَةٍ (رواه الدارمى)

Tidak (sistem) islam kecuali dengan jama’ah, dan bukan jama’ah kecuali dengan kepemimpinan dan bukan kepemimpinan kecuali dengan ketaatan (HR Ad Darimi).

Istilah jama’ah ini sudah dikenal oleh seluruh kaum muslimin di muka bumi ini dimanapun mereka berada.

Perintah jama’ah menurut Al Quran

  1. Firman Allah Ta’ala:

“Dia Alloh telah memberikan syariat kepadamu dari agama / al-islam sebagaimana dia telah wasiatkan kepada nabi Nuh dan sebagaimana yang telah kami wahyukan kepada engkau (Al Quran) dan sebagaimana yang telah kami wasiyatkan dengannya kepada nabi Ibrohim, nabi Musa dan nabi Isa bahwa tegakkanlah agama dan jangan kamu berpecah belah didalamnya. (QS asy syura 13)

Ibnu katsir dalam tafsirnya berkata :

وَصَى اللهُ تَعَالى جَمِيْعَ الْأَنْبِيَاءِ عَلَيْهِمُ الصَّلاَةُوَالسَّلاَمُ بِالْأِتِلاَفِ وَالْجَمَاعَةِ وَنَهَاهُمْ عَنِ الأِفْتِرَاقِ وَلأِخْتِلاَفِ (ابن كثير )

“Allah Ta’ala dengan berwasiat kepada seluruh nabi-nabi ailihimus sholatu wassalam untuk bersepakat dan berjamaah dan dia melarang mereka dari perpecahan dan perselisihan “(Ibnu katsir juz 4 hal 114)

Keterangan :

Ayat diatas diturunkan di Mekkah. Ayat ini menunjukkan bahwa :

  1. Al jama’ah adalah syariat Allah yang wajib ditegakkan
  2. Dalam kondisi lemah, belum mempunyai kekuasaan, kaum muslimin telah diwajibkan untuk melaksanakan sistem jama’ah. Karena perintah ini turun ketika nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam masih ada di kota Mekkah.
  3. Firman Allah Ta’ala

“Dan berpeganglah kamu dengan tali Allah (Al Quran) secara berjama’ah dan jangan kamu berpecah belah / bergolong-golongan” (QS ali imran 103)

Ibnu katsir dalam tafsirnya berkata :

اَمَرَهُمْ بِالْجَمَاعَةِ وَنَهَاهُمْ عَنِ التَّفْرِقَةِ (ابن كثير)

“Allah perintahkan kepada mereka untuk berjamaah dan melarang berfirqoh-firqoh”. ( ibnu katsir juz 1 hal 389)

Keterangan :

Al jami’u  (الْجَمِيْعُ)  berarti

  • Kumpulan manusia             (جَمَاعَةُ النَّاسِ)
  • Semua orang  (جَمِيْعُ النَّاسِ)
  • Pasukan (الْجَيْشُ)

(lihat kamus al munawwir)

Ayat diatas diturunkan di Madinah. Ini menunjukkan bahwa dalam keadaan jaya, sesudah mempunyai wilayah dan kekuasaan kaum muslimin tetap harus berjama’ah tidak boleh bergolongan-golongan, berpartai-partai atau berfirqoh-firqoh.

Perintah jama’ah menurut as Sunah

1. Hadist Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (HR Ahmad)

عَنِ الحَارِثِ الأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَنَّ نَبِيَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : وَاَنَاأَمَرَكُمْ بِخَمْسٍ اَللهُ اَمَرَنِيْ بِهِنَّ: الْجَمَاعَةِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَالْهِجْرَةِ وَالْجِهَادِفِيْ سَبِيْلِ اللهِ فَأِنَّهُ مَنْ خَرَجَ مِنَ الْجَمَاعَةِ قِيْدَ شِبْرٍ فَقَدْ خَلَعَ رِبْقَةَالأِسْلاَمِ مِنْ عُنُقِهِ اِلاَّ اَنْ يُرَاجِعَ وَمَنْ عَادَ بِدَعْوَى جَاهِلِيَّةِ فَهُوَ مِنْ جِثِّىِّ جَهَنَّمَ قَالُوْ: يَارَسُوْلُ اللهُ وَاِنْ صَامَ وَصَلَى ؟ وَاِنْ صَلَى وَصَامَ ، وَزَعَمَ اَنَّهُ مُسْلِمٌ فَادْعُواالْمُسْلِمِيْنَ بِأِسْمَائِهِمْ عَلَى مَا سَمَاهُمُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ الْمُسْلِمِيْنَ ، الْمُؤْمِنِيْنَ عِبَادَاللهِ (رواه احمد، ابن كثير)

“Dari al Harist al asy’ariy ra. Sesungguhnya nabi telah bersabda : Aku perintahkan kepada mu dengan lima perkara dan ِAllah perintah kepadaku dengan lima itu juga :

  • Al jama’ah
  • Mendengarkan
  • Taat
  • Hijrah
  • Jihad di jalan Allah

Maka sesungguhnya siapa yang keluar dari al-jama’ah barang sejengkal maka sungguh ia telah melepaskan ikatan islam dari pundaknya kecuali jika ia bertobat. Dan barang siapa menyeru dengan seruan jahiliyah maka ia akan masuk neraka sebagai kotoran jahanam. Mereka bertanya: Ya Rasulullah ! jika ia telah puasa dan telah sholat? Jawab beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam : walaupun ia telah sholat dan puasa dan ia menyangka sesungguhnya dia orang muslim. Karena itu panggillah orang-orang muslim itu dengan nama yang telah diberikan Allah kepada mereka Al muslimin, al mu’minin, hamba-hamba Allah” (HR Ahmad, tafsir Ibnu Katsir juz 1 hal.58

Keterangan

Hadist diatas dapat dipahami sebagai berikut :

  1. Al jama’ah adalah ikatan dalam Islam/ Persatuan Islami/ Persatuan Menurut Syar’i.
  2. Orang yang menyeru atau mengajak dengan tidak ada landasan dari Al Quran dan atau As Sunnah akan masuk neraka Jahanam walaupun dia sholat, puasa atau masih menyangka bahwa dirinya adalah seorang muslim.

2. Hadist Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (HR Ahmad)

عَنْ زَكَرِيَاابْنِ سَلاَّمٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ رَجُلٍ قَالَ اِنْتَهَيْتُ اِلَى النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُوْلُ أَيُّهَا النَّاسُ عَلَيْكُمْ بِالجَمَاعَةِ وَاِيَّاكُمْ وَالْفُرْقَةَ ! أَيُّهَا النَّاسُ عَلَيْكُمْ بِالجَمَاعَةِ وَاِيَّاكُمْ وَالْفُرْقَةَ ! ثَلاَثَ مِرَارٍ (رواه أحمد)

“Dari Zakariya bin Salam dari bapaknya dari seorang laki-laki ia berkata : aku datang kepada Nabi dan beliau bersabda : Wahai manusia wajib atas kamu melaksanakan Al Jama’ah dan jauhilah oleh kalian berfirqoh-firqoh! Wahai manusia wajib atas kamu melaksanakan Al Jama’ah dan jauhilah oleh kalian berfirqoh-firqoh ! Tiga kali”. (HR Ahmad juz 5 hal 370-371)

3. Hadist Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (HR Muslim)

عَنْ عُرْفُجَّةَبْنِ شُرَيْحِ الأَشْجَعِيِّ قَالَ: رَاَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَخْطُبُ النَّاسَ فَقَالَ: فَأِنَّ يَدَااللهِ مَعَ الْجَمَاعَةِ فَأِنَّ تاشَّيْطَانَ مَعَ مَنْ فَرَقَ الْجَمَاعَةِ يَرْكُضُ (رواه مسلم)

“Dari Urfujjah bin Syuraih Al Asyja’iy ia berkata : aku melihat Nabi diatas mimbar sedang berkhutbah kepada manusia, maka beliau bersabda: Maka sesungguhnya tangan Allah (selalu) menyertai Al Jama’ah, sedangkan Syaiton menyertai orang yang memisahkan Al Jama’ah dengan menjauhkannya” (HR Muslim juz 6 hal 22 di kitab Imamah).

4. Hadist Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أِنْ بَنِىْ أِسْرَائِيْلَ افْتَرَقَتْ عَلَى اِحْدَى وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَاِنَّ اُمَّتِيْ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً كُلَّهَا فِى النَّارِ اِلاَّ وَاحِدَةً وَهِيَ الْجَمَاعَةُ ( أخرجه أحمد وابن ماجه)

“Dari Anas bin Malik ra ia berkata: telah bersabda  Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: Sesungguhnya Bani Israil telah berpecah belah menjadi 71 golongan dan sesungguhnya umatku akan berpecah belah menjadi 72 golongan. Semuanya akan masuk neraka kecuali satu golongan yaitu Al Jama’ah”. (HR Ahmad juz 3 hal 120 dan 145. Ibnu Majah juz 2 hal 1322 Hadist nomor 3993).

5. Hadist Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (HR Abu Dawud)

عَنْ مُعَاوِيَةَبْنِ أَبِيْ سُفْيَانَ اَنَّهُ قَامَ فِيْنَا فَقَالَ: ألآ اِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ فِيْنَا فَقَالَ: ألآ اِنَّ مَنْ قَبْلَكُمْ مِنْ اَهْلِ الْكِتَابِ افْتَرَقُوْا عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةَ وَاِنَّ هذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ، ثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَهِيَ الْجَمَاعَةُ (رواه ابو داود(

“Dari Muawiyah bin Abi Shofyan ra, sesungguhnya dia berdiri bersama kami kemudian dia berkata: Ingatlah sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berdiri bersama kami lantas beliau bersabda : Ingatlah sesungguhnya orang sebelum kamu dari ahli kitab mereka telah berpecah belah menjadi 72 aliran, dan sesungguhnya agama ini akan berpecah belah menjadi 73 aliran. 72 didalam neraka dan satu aliran dalam surga yaitu Al Jama’ah (HR abu Daud juz 4 hal 198 Hadist no.4597).

6. Hadist Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (HR Turmudzi dan Hakim)

عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَيَأْتِيَنَّ عَلَى أُمَّتِي مَا اَتَى عَلَى بَنِي اِسْرَائِيْلَ حَذْوَالنَّعْلِ بِالنَّعْلِ حَتَّى اِنْ كَانَ مِنْهُمْ مَنْ أَتَى اُمَّهُ عَلاَنِيَّةً لَكَانَ فِي اُمَّتِيْ مَنْ يُصْنَعُ ذلِكَ وَاِنَّ بَنِيْ أِسْرَائِيْلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً وَتَفْتَرِقُ اُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِى النَّارِ اِلاَّ مِلَةً وَاحِدَةً قَالُوْا: وَمَنْ هِيَ يَارَسُوْلُ اللهِ؟ قَالَ: مَااَنَا عَلَيْهِ وَاَصْحَابِيْ (رواه الترمذي (

“Dari Abdullah bin Amr ra ia berkata, telah bersabda Rasulullah: Sungguh akan datang atas umatku seperti apa yang telah datang kepada Bani Israil setapak demi setapak sehingga jika ada dari mereka orang yang menzinai ibunya dengan terang-terangan, maka sungguh ada orang yang berbuat demikian pada umatku. Dan sesungguhnya Bani Israil telah berpecah belah atas 72 aliran agama. Dan akan berpecah umatku atas 73 aliran. Semuanya akan masuk neraka kecuali aliran yang satu. Mereka sahabat bertanya: siapa aliran yang satu itu ya Rasulullah? Beliau menjawab: Aliran yang aku dan sahabat-sahabatku ada diatasnya”. (HR Tirmidzi juz 5 no 2641 dan Al Hakim juz 1 hal 129).

Penjelasan :

Hadist di atas dho’if karena ada seorang sanad yang lemah yaitu Abdurrahman bin Ziyad al Afriki, namun bisa dipakai hujah karena ada beberapa syahid seperti hadist no.4 dan no.5 diatas. Maksud hadist tersebut adalah aliran yang bakal selamat nanti di akhirat ialah aliran yang dianut oleh Nabi SAW dan para sahabat. Aliran itu tidak lain ialah Al Jama’ah.

Tidak Boleh Membuat Nama Jama’ah Menurut Kemauan Sendiri

  1. Perintah jama’ah jelas adalah perintah syar’I / agama, karena perintah itu ada di dalam Al Quran dan As Sunnah.
  2. Hadist-hadist Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang perintah jama’ah menggunakan isim ma’rifat ) الجماعة) berarti jama’ah itu sudah tertentu namanya.

Oleh karenanya siapa saja yang memberi nama jama’ah tidak ada landasannya dari Al Quran dan As Sunnah berarti jama’ah bathil.

Firman Allah Ta’ala

“Tidaklah kamu menyembah dari selain Allah kecuali nama-nama (yang kamu sembah itu) yang kamu telah menamakannya, kamu dan bapak-bapak kamu, padahal Allah tidak menurunkan keterangan/ dalil dengannya. Tidak ada hukum kecuali milik Allah. Dia telah perintahkan bahwa janganlah kamu menyembah kecuali kepadaNya. Inilah agama yang lurus, akan tetapi kebanyakan manusia mereka tidak mengetahui” (QS yusuf 40).

Nama Jama’ah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

1. Hadist Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (HR Al Hakim)

حَدَّثَنِى الْحَارِثُ اللأَشْعَرِيُّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَنْ خَرَجَ مِنَ الْجَمَاعَةِ قِيدَ شِبْرٍ فَقَدْ خَلَعَ رِبْقَةَ الأِسْلاَمِ مِنْ رَاْسِهِ أِلاَّ أَنْ يَرْجِعَ (اخرجه الحاكم)

“Telah menceritakan kepadaku Al Harist Al Asy’ary ra, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: Maka barang siapa yang keluar dari Al Jama’ah kira-kira sejengkal maka sungguh ia telah melepaskan ikatan islam dari kepalanya, kecuali jika ia bertobat” (telah mengeluarkan hadist Imam Al Hakim juz 1 hal 117-118)

2. Hadist Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (HR Al Hakim)

عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ فَارَقَ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِيْنَ شِبْرًا فَقَدْ خَلَعَ رِبْقَةَ الأِسْلاَمِ مِنْ عُنُقِةِ (اخرجه الحاكم)

“Dari Abu Dzar ra ia berkata: telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: Barang siapa yang memisahkan diri dari Jama’atul Muslimin sejengkal (saja), maka sungguh ia telah melepaskan ikatan Islam dari lehernya” (telah mengeluarkan hadist Imam Al Hakim juz 1 hal 117)

Kesimpulan :

Dari dua hadist diatas menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan Al Jama’ah adalah Jama’atul Muslimin.

3. Hadist Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (HR Ahmad)

أَنَّ زَيْدَبْنَ ثَابِتٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: ثَلاَثُ حِصَالٍ لاَيَغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ مُسْلِمٍ أَبَدًا أِخْلاَصُ الْعَمَلِ لِلهِ وَمُنَاصَحَةُ وَلاَةِ الْأَمْرِ وِلُزُوْمُ الْجَمَاعَةِ فَأِنَّ دَعْوَتَهُمْ تُحِيْطُ مَنْ وَرَائَهُمْ (رواه أحمد )

“Sesungguhnya Zaid bin Tsabit ra berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: Tiga perkara yang tidak dengki atasnya, hati orang muslim selama-lamanya:

  1. Iklas beramal karena Allah
  2. Nasehatnya Ulil amri
  3. Dan orang menetapi Al Jama’ah

Maka sesungguhnya da’wah mereka meliputi orang yang selain mereka” (HR Ahmad juz 5 hal 183)

4. Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (HR Ahmad)

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ثَلاَثُ لاَيَغِلُّ عّلّيْهِنَّ صَدْرُ مُسْلِمٍ أِخْلاَصُ الْعَمَلِ لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ وَمُنَاصَحَةُ أُولِى الْأَمْرِ وَلُزُوْمُ جَمَاعَةِ الْمُسْلِمِيْنَ فَأِنَّ دَعْوَتَهُمْ تُحِيْطُ مَنْ وَرَائَهُمْ (رواه أحمد)

“Dari Anas bin Malik ra dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam beliau bersabda: Tiga perkara yang tidak dengki atasnya, hati orang muslim:

  1. Ikhlas beramal karena Allah Azza Wajalla
  2. Nasehatnya ulil amri
  3. Dan orang menetapi Jama’atul Muslimin

Maka sesungguhnya da’wah mereka meliputi orang yang selain mereka” (HR Ahmad juz 3 hal 225)

Kesimpulan:

Dari dua hadist diatas (no.3 dan 4) yang topiknya sama, menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan Al Jama’ah adalah Jama’atul Muslimin.

Jadi jama’ah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam beserta sahabat-sahabat beliau namanya ialah Jama’atul Muslimin.

Nama Jama’atul Muslimin itu sudah dikenal dikalangan sahabat.

Sebagaimana hadist Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dibawah ini:

عَنْ اُمِّ عَطِيَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: اُمِرْنَا أَنْ نُخْرِجَ الْحُيَّضَ يَوْمَ الْعِيْدَيْنِ وَذوَاتِ الْخُدُوْرِ فَيَشْهَدْنَ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِيْنَ وَدَعْوَتَهُمْ (رواه البخارى )

“Dari Ummu Athiyah ra Ia berkata: Kami diperintah (oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam) supaya mengeluarkan wanita-wanita haid dan wanita-wanita pingitan pada dua hari raya agar mereka menyaksikan Jama’atul Muslimin dan dakwah mereka” (HSR Bukhory juz 1 hal 93).

Jama’atul Muslimin adalah nama Kesatuan untuk Seluruh Kaum Muslimin

Banyak kelompok-kelompok Islam yang merasa dirinya benar, mengaku mereka adalah golongan Ahli Sunnah, salafiy, Muhammadiy atau Hizbullah dan lain-lain. Mereka memberi nama khusus untuk golongannya dengan alasan sebagai berikut:

  1. Untuk membedakan antara pengikut sunnah dan bukan sunnah atau antara pengikut salafush shalih dan pengikut hawa nafsu, maka harus dipakai nama khusus.
  2. Supaya ada ciri tertentu untuk ahlu sunnah, karena di zaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam umat masih bersatu belum ada firqoh-firqoh.

Alasan tersebut tertolak oleh hadist Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh sahabat Khudzaifah bin Yaman:

عَنْ حُدَيْفَةَبْنِ الْيَمَانِ يَقُوْلُ:……………. قُلْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ فَمَا تَأْمُرُنِيْ أِنْ اَدْرَكَنِيْ ذلِكَ؟ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَلْزَمُ جَمَاعَةَالْمُسْلِمِيْنَ وَاِمَامَهُمْ. قُلْتُ: فَأِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلاَاِمَامٌ؟ قَالَ: فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ اَنْ تَعَضَّ عَلَى اَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَاَنْتَ عَلَى ذلِكَ (مسلم )

“Dari Khudzaifah bin Yaman ia berkata……………………………., aku bertanya: Ya Rasulullah! Maka apa yang engkau perintahkan kepadaku, jika aku menjumpai keadaan yang demikian itu (zaman sudah rusak, para da’i dan mubaligh menyeru ke pintu jahanam)? Beliau bersabda: Tetapilah olehmu Jama’atul Muslimin beserta keimamannya! Aku bertanya lagi. Bagaimana kalau tidak ada Jama’atul Muslimin  dan imamnya? Beliau bersabda: Hendaknya engkau menjauhkan diri dari semua golongan itu, sekalipun engkau sampai menggigit (makan) akar-akar pepohonan, sehingga mati menjemput engkau dan kau tetap demikian itu” (HR Bukhory juz 4 hal 225 dan Muslim juz 2 hal 135)

Keterangan:

Dari hadist Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diatas menunjukkan:

  1. Nama kesatuan untuk seluruh kaum muslimin adalah Jama’atul Muslimin
  2. Menetapi Jama’atul Muslimin adalah satu-satunya jalan bagi seluruh kaum muslimin untuk menghadapi zaman yang sudah rusak, zaman yang penuh dengan bid’ah, zaman yang mana banyak da’i dan mubaligh menyeru ke pintu-pintu jahanam.
  3. Tidak hanya itu kerusakan zaman, bahkan sudah banyak firqoh-firqoh dan golongan-golongan.

Walaupun demikian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam hanya memerintahkan menetapi Jama’atul Muslimin saja, bukan nama yang lain dan tidak diperintahkan memberi nama khusus untuk suatu jama’ah. Jadi jelas nama jama’ah selain Jama’ah Muslimin adalah bid’ah dan bid’ah itu adalah sesat.

Himbauan
Dengan risalah yang singkat ini kami menyeru kepada segenap kaum muslimin untuk bertaubat kembali kepada rumah kita sendiri yaitu: “Jama’atul Muslimin”.

Demikian penjelasan tentang Jama’atul Muslimin Adalah Nama Jama’ah Rosulullah Dan Para Sahabat. Semoga bermanfaat Wallohu ‘Alam.

Tags
Show More

Related Articles

Close